TUGAS AKHIR SEMESTER
MODERNITAS DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
Mata Kuliah : Teori-Teori Sosial
Dosen pengampu : Masudi, S. Fil.I., M.A
Disusun Oleh :
Risyaf Rizalul Efendi (1740410016)
JURUSAN DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM (A)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KUDUS 2018/2019
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan kemajuan teknologi. Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia melibatkan Negara-negara lain. Dalam banyak proyek pengembangan ilmu pengetahuan seperti penelitian-penelitian, beasiswa, dan institusi pendidikan, Negara-negara lain banyak terlibat baik dari segi pembiayaan maupun segi pengadaan fasilitas.
Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat yang modern. Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern. Selain itu, ini juga menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional, dan fungsional.
Indonesia bertekad untuk menjadi bangsa yang maju dan modernsejajar dengan bangsa-bangsa yang lain di dunia. pada era ini dapat digambarkan bahwa Kondisi kehidupan bangsa Indonesia secara umum memiliki ciri khas sebagai berikut. 1. masyarakat yang berubah dari Masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, yang dibarengi dengan makin deras nya urbanisasi. 2. globalisasi informasi. 3. makin Tingginya tingkat intelektual. untuk memahami secara lebih tepat perubahan dinamis yang sedemikian cepat kondisi ini maka teori Alvin toffler tentang gelombang gelombang peradaban manusia dapat membantu kita. ciri pertama merupakan peralihan dari gelombang pertama yaitu Masyarakat agraris ke gelombang kedua yaitu masyarakat industri sedangkan jari yang kedua adalah menggambarkan kondisi masyarakat gelombang ke-3 adalah masyarakat informasi peralihan dari gelombang kedua. Dengan demikian jika di negara-negara maju persoalannya hanya dimunculkan oleh karena peralihan dari dua gelombang, maka Indonesia memiliki permasalahan yang lebih berat karena gejala 4 gelombang sekaligus bertemu dan berada pada masa dan tempat yang sama Indonesia saat ini.
RUMUSAN MASALAH
Apa bentuk modernitas dalam masyarakat
Bagaimana ciri modernitas dalam masyarakat
Bagaimana penyebab modernitas dalam masyarakat
TUJUAN
Untuk mengetahui bentuk modernitas dalam masyarakat
Untuk mengetahui ciri modernitas dalam masyarakat
Untuk mengetahui penyebab dalam masyarakat
BAB 1
PEMBAHASAN
Bentuk Modernitas Dalam Masyarakat
Dalam kehidupan manusia tentunya mengalami perkembangan pada setiap tahunnya. Manusia dari tahun ketahun semakin berkembang mengikuti arus globalisasi. Manusia pada era klasik sampai era modernitas.
Pengertian modernitas berasal dari perkataan "modern"; dan makna umum dari perkataan modern adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan masa kini. Lawan dari modern adalah kuno, yaitu segala sesuatu yang bersangkutan dengan masa lampau. Jadi modernitas adalah pandangan yang dianut untuk menghadapi masa kini. Selain bersifat pandangan, modernitas juga merupakan sikap hidup. Yaitu sikap hidup yang dianut dalam menghadapi kehidupan masa kini. Kalau kita berbicara tentang masa kini, maka yang dimaksudkan adalah waktu sekarang dan masa depan.
Pengertian modernitas, yaitu pandangan dan sikap hidup yang bersangkutan dengan kehidupan masa kini, banyak dipengaruhi oleh peradaban modern. Sedangkan yang dimaksudkan dengan peradaban modern adalah peradaban yang terbentuk mula-mula di Eropa Barat, kemudian menyebar di seluruh dunia Barat. Dengan begitu dapat pula dinamakan peradaban Barat. Peradaban Barat mempunyai dampak besar terhadap modernitas, oleh karena peradaban Barat pada masa kini merupakan peradaban yang dominan di sana. Sebagaimana dalam periode antara abad ke-6 hingga abad ke-16, peradaban Islam mempunyai pengaruh yang besar kepada kehidupan umat manusia di sekitar Laut Tengah, dan kemudian meninggalkan dampaknya kepada pembentukkan peradaban Barat, demikian pula di masa kini, seluruh kehidupan umat manusia tidak dapat lepas dari pengaruh peradaban Barat yang secara agresif dan dinamis memasuki seluruh pelosok dunia. Sebab itu, untuk mengenal dan mengembangkan modernitas tidak mungkin tanpa mengenal unsur-unsur utama peradaban Barat.
Yang dimaksudkan peradaban modern adalah peradaban Barat yang terbentuk setelah bangsa-bangsa Eropa melampaui masa Abad Pertengahan. Perkataan "modern" di sini adalah "Eropa centris" atau "Barat centris" karena sepenuhnya bersangkutan dengan kehidupan bangsa-bangsa di Eropa bahkan di Eropa Barat. Bangsa Eropa membagi sejarahnya dalam periode Zaman Kuno yang berlangsung dari permulaan hingga kurang lebih abad ke-5, Abad Pertengahan antara abad ke-5 hingga abad ke-16 dan Zaman Modern dari abad ke-16 hingga masa kini. Peradaban modern adalah peradaban Barat yang terbentuk pada Zaman Modern itu. Oleh karena itu sejak abad ke-16 dunia Barat berhasil melebarkan sayapnya ke seluruh dunia dan pada abad ke-20 berada pada zenith kemampuannya, maka pengaruh atau dampak peradaban modern itu terasa dimana-mana di dunia, baik dalam arti positif maupun negatif.
Peradaban yang modern menghasilkan kehidupan baru yang maju berkat ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi di pihak lain juga mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan yang besar. Kapitalisme menimbulkan kesengsaraan bagi para buruh dan petani, sedangkan imperialisme dan kolonialisme menyebabkan penderitaan yang parah sekali bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Karena itu terjadi reaksi terhadap kapitalisme berupa komunisme yang juga didasarkan materialisme dan yang kemudian menyebabkan Revolusi Komunis di Rusia. Reaksi yang tidak se-ekstrim komunisme adalah sosialisme yang memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi kaum buruh dan petani. Imperialisme dan kolonialisme mengakibatkan persaingan dan pertentangan antara bangsa-bangsa Eropa sendiri, dan menimbulkan perang besar. Yaitu perang dunia ke-1 dan ke-2. Rasionalisme dan individualisme juga menimbulkan keangkuhan manusia yang berlebihan. Berdasarkan materialisme dikatakan bahwa Tuhan itu hanya hasil dari otak manusia; dengan kata lain orang tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kata modernisasi itu sendiri mempunyai arti yaitu, proses perubahan masyarakat atau kebudayaan dalam seluruh aspeknya dari yang tradisional kea rah yang lebih modern. Jadi, modernisasi itu adalah perubahan sosial yang sudah terarah atau diperbolehkan dalam masyarakat karena didasarkan pada suatu perencanaan.
Proses modernisasi sebenarnya adalah perubahan yang diunggulkan atau bermanfaat, karena modernisasi mencakup proses atau lingkupan yang sangat luas, dan kadang-kadang kita tidak dapat menetapkan batasan-batasannya
Gejala modernisasi di negara kita Indonesia dapat kita temui atau terlihat dalam berbagai aspek dalam kehidupan, baik dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat secara langsung ataupun juga tidak begitu mempengaruhi secara langsung anggota masyarakat itu.
Pengaruh modernisasi ini secara khusus juga dirasakan oleh kalangan remaja sebagai kalangan dari usia panca roba atau peralihan. Usia yang rentan dengan budaya coba-coba dan memiliki rasa keingintahuan yang cukup besar. Sering kali remaja ini menyelahgunakan teknologi untuk kesenangan belaka berlarut-larut dan tak terkontrol, khususnya penyalahgunaan media sosial tentu berpengaruh pada kehidupan para remaja, mulai dari gemarnya berselancar di dunia tanpa kenal waktu dan tempat menyebarkan, postingan alay untuk menarik perhatian dan menyebarkan gambar/foto yang tidak pantas untuk dipertontonkan dipublik, mengakses situs-situs porno. Belum lama ini kita dikejutkan denga anak-anak yang sedang menonton video porno padahal orang tuanya berada dekat dengan anak tersebut.
Modernisasi ini ditandai dengan perkembangan teknologi yang menawarkan berbagai fitur kesenangan salah satunya yaitu games, remaja yang kecanduan bermain game online, menjadi tidak memiliki skala prioritas dalam menjalani aktivitas sehari-hari menyebabkan malas dan prestasi menurun. Mendorong remaja untuk bertindak asosial, karena aktivitas bermain game online cukup menyita waktu berkomunikasi, baik berkomunikasi dengan keluarga maupun teman sebaya. Seperti saat ini lagi bumingnya permainan game online Mobile Legend di kalangan remaja hingga kadang mereka bolos sekolah, hanya untuk bermain dengan game online tersebut.
Ciri Modernitas Dalam Masyarakat
Membahas mengenai modernisasi kita akan disuguhkan pada suatu perkembangan manusia pada taraf kemajuan menggunakan pemikiraannya. Modernisasi sendiri dikenal oleh orang banyak sebagai bentuk dari perkembangan teknologi.
Padahal modernisasi sejatinya membawa perkembangan dan perubahan pada segala bidang, misalnya modernisasi ekonomi berarti menggantikan sistem ekonomi tradisional dengan sistem ekonomi yang lebih modern, atau modernisasi perilaku, artinya manusia dalam melakukan suatu hal berdasarkan ilmu pengetahuan modern bukan dalil-dalil suatu kepercayaan atau dogma-dogma agama.
Modernisasi dalam ilmu sosial didefinisikan sebagai suatu istilah untuk menyebutkan sebuah bentuk perubahan (transformasi) dari keadaan kurang maju atau kurang berkembang menjadi keadaan yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih makmur, sejahtera, dan bermartabat.
Modernisasi juga sering diungkapkan sebagai perkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan yang terus berkembang. Pengaruh perubahan teknologi ini semakin dirasakan oleh para penduduk baik di dalam perkotaan maupun perkampungan sekalipun.
Secara sederhana, modernisasi berarti proses perubahan keadaan dari cara-cara tradisional ke cara-cara yang lebih baru yang diharapkan dengan itu dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Modernisasi merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana.
Bidang Iptek
Gejala modernisasi pada bidang ini ditengarai dengan terdapatnya pembaruan serta penemuan unsur-unsur ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbilang baru. Ilmu pengetahuan dan teknologi baru tersebut terbukti mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat. Hasil-hasil dari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tentu mampu mempermudah dan membantu aktivitas masyarakat. Perilaku hidup masyarakat kekinian juga turut dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, misalnya saja dengan munculnya smartphone. Dahulu sebelum adanya benda ini, warga masyarakat tentu tidak direpotkan dengan membawa ke manapun benda ini. Bahkan ketika hendak tidur pun, banyak diantara warga masyarakat yang masih menggunakan smartphone. Dapat dipastikan setiap warga masyarakat modern tidak dapat terlepas dari kecenderungan penggunaan smartphone. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa benda hasil perkembangan teknologi turut membantu aktivitas penggunanya dalam berbagai aktivitas.
Bidang Ekonomi
Gejala modernisasi berikutnya pada bidang ekonomi adalah meningkatnya produksi sektor perekonomian serta efisiensi sumber daya yang alam maupun sumber daya manusia yang tersedia guna menunjang aktivitas perekonomian. Masyarakat modern cenderung lebih konsumtif jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Hal tersebut memicu pertumbuhan permintaan terhadap suatu barang. Secara otomatis kegiatan produksi terhadap barang konsumtif semakin meningkat. Tentu banyak hal yang diakibatkan oleh fenomena ini termasuk peningkatan kesejahteraan dan lain-lain disamping berbagai dampak negatif yang dihasilkannya.
Bidang Politik dan Ideologi
Gejala modernisasi berikutnya terjadi pada bidang politik dan ideologi. Pada bidang ini gejala modernisasi diindikasikan dengan terdapatnya sistem perwakilan yang bersifat demokratis, pemerintahan yang memiliki otoritas kebijakan, legislasi yang memiliki wewenang atas pengawasan kebijakan pemerintah, serta yudikatif yang memiliki wewenang penegakan hukum. Selain itu warga negara juga memiliki jaminan berkaitan dengan hak-hak politik serta sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu pola pikir masyarakat modern cenderung berkembang dan semakin cerdas dalam hal politik dan ideologi. Dahulu masyarakat cenderung sektarian dan berpikir kaku. Masyarakat modern dewasa ini semakin cerdas dan berimbang dalam memilah serta berpikir tentang keadaan politik dewasa ini. Masyarakat lebih cenderung berpikiran objektif dalam menerima informasi yang bermuatan politik dan ideologis. Ilmu pengetahuan serta wawasan menjadi filter penting dalam menyaring segala isu sosial dan politik yang memasuki kalangan akar rumput seperti warga masyarakat.
Bidang Kepercayaan atau Agama
Gejala modernisasi selanjutnya ada pada bidang keagamaan. Gelala pada bidang ini diindikasikan dengan adanya perkembangan rasionalitas atau nalar yang terintegrasi dengan ajaran agama yang dianut oleh umat beragama. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai sedikit demi sedikit meninggalkan kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat lebih cenderung memilih kepercayaan agama yang mempertimbangkan aspek modernitas namun tidak mengesampingkan kaidah ajaran agama yang berlaku. Misalnya saja, hal tersebut dapat dibuktikan dengan keotentikan, rasionalitas, serta keabsahan ajaran dari kitab suci dalam agama tertentu.
Ciri-Ciri Modernisasi
Seperti telah diulas sebelumnya, bahwa modernisasi ini dapat terjadi dan dialami suatu kelompok masyarakat di sebuah Negara, secara bertahap dan merata. Karena arus modernisasi masuk secara bertahap, maka masyarakat akan mudah untuk mengenali ciri-ciri dari modernisasi itu sendiri, karena modernisasi merupakan modal kehidupan. Selengkapnya, berikut ini ciri-ciri dari modernisasi :
Kebutuhan Materi dan Persaingan Kebutuhan Manusia
Hal ini sangat terlihat jelas, dimana kebutuhan masyarakat saat ini semakin meningkat. Persaingan akan pemenuhan kebutuhan itu juga semakin banyak dan beragam. Sebagai contoh produksi smartphone yang beragam dan bersaing, namun mendapatkan market yang merata.
Adanya Kemajuan Teknologi
Modernisasi tentunya mendorong terjadinya industrialisasi (pertanian dan agraris menjadi industri) , sekulerisasi (nilai agama menjadi non agama), individualisasi, akulturasi ( budaya lokal bertemu budaya asing) dan diferensiasi (perbedaan produk dan jasa lebih menarik).
Modernisasi Membawa Kemudahan
Modernisasi memberikan efek positif untuk kehidupan masyarakat, salah satunya dapat memudahkan aktifitas masyarakat saat ini. kemudahan ini terjadi di berbagai bidang, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat itu sendiri.
Keinginan Masyarakat dapat Terpenuhi
Saat ini, berbagai kebutuhan dan keinginan masyarakat, sepertinya tidak begitu sulit untuk didapatkan. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan pelengkap lainya, kini sudah tersedia di lokasi yang mudah dijangkau.
Penyebab Modernitas Dalam Masyarakat
Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya faktor modernisasi telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat saat ini. Dampak-dampak tersebut ditimbulkan melalui sosial-sosial media yang sering kita gunakan.dari media social tersebut banyak sekali faktor yang menimbulkan dampak-dampak negatif dari modernisasi tersebut karna membawa budaya barat atau westernisasi dikalangan masyarakat saat ini.
Dari faktor modernisasi tersebut menuntun kita untuk mengikuti perkembanan zaman kepada teknologi-teknologi yang menghendaki supaya pola hidup kita cenderung ke barat-baratan.hal ini sangat menghawatirkan bagi budaya social masyarakat kita saat ini.selain itu dampak tersebut membawa perubahan-perubahan sistem terhadap pola hidup kita saat ini.
Kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat yang hidup saat ini selalu mengikuti apa saja hal-hal yang baru dan trending pada masanya.karna masyarakat tertarik dengan hal-hal yang baru dan selalu ingin mencoba hal-hal baru tersebut.jadi kita sebagai seorang muslim pada haqiqatnya dapat menentukan sesuatu dengan bijak dan dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah agar kita menjadi masyarkat yang lebih tau akan ajaran-ajaran agama.
Modernisasi menurut J.W Schoorl merupakan penerapan pengetahuan pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan. Definisi ini mengantarkan kita untuk memahami modernisasi sebagai contoh perubahan sosial budaya yang bersifat positif keberlangsungannya bagi masyarakat, bukan sekedar perubahan sosial yang identik dengan “kekinian”. Contoh modernisasi dapat kita temui dalam bidang ekonomi dengan semakin mudah dilakukannya upaya manusia memenuhi kebutuhan melalui jual beli online. Modernisasi akan memiliki tendensi makna negatif bila mampu memudarkan hal-hal positif di masyarakat, contoh perubahan perilaku manusia yang cenderung individualis membuat budaya gotong royong luntur. Namun ada baiknya kita lebih teliti dalam mengenali modernisasi yang negatif karena seringkali keliru pemaknaan dengan westernisasi dan sekularisasi.
Penyebab Internal Modernisasi
Modernisasi tidak terjadi begitu saja dalam kehidupan masyarakat, tetapi didukung adanya dorongan atau penyebab modernisasi. Penyebab modernisasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu penyebab internal dan penyebab eksternal. Penyebab internal berasal dari dalam suatu kelompok masyarakat. Umumnya berupa keinginan untuk berubah atau keinginan untuk maju. Bila diuraikan lebih rinci, penyebab internal terdiri atas tiga faktor yaitu :
Adanya keinginan hidup lebih praktis atau lebih nyaman
Contoh modernisasi dalam masyarakat dari faktor satu ini adalah fasilitas delivery order makanan. Delivery order makanan hadir karena orang masa kini dapat dengan mudah memesan makanan via ponsel dan tidak perlu keluar rumah.
Adanya keinginan meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produksiPenggunaan komputer dan internet menjadi wujud dari adanya penyebab modernisasi satu ini, sekaligus menjadi tanda perbedaan modernisasi dan tradisional. Komputer dan internet telah mampu memfasilitasi orang untuk bekerja lebih cepat dan menghasilkan produk lebih banyak dibandingkan menggunakan mesin tik.
Adanya keinginan memperoleh sesuatu lebih banyak, bermutu, dan hemat tenaga
Hampir sama dengan penyebab modernisasi sebelumnya, penyebab satu ini muncul karena orang ingin memperoleh hasil maksimal dengan beban minimal. Contoh modernisasi yang muncul adalah adanya mesin pengemas produk yang mempercepat hasil produksi dibanding harus mengemas menggunakan box atau plastik menggunakan tangan.
Penyebab Eksternal Modernisasi
Penyebab eksternal modernisasi berasal dari luar kelompok masyarakat. Penyebab eksternal terdiri atas dua faktor yaitu :
Adanya keterbukaan interaksi dengan masyarakat lain.
Proses terjadinya interaksi sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya mampu mempermudah modernisasi, khususnya ketika kedua masyarakat dapat saling melengkapi kebutuhan satu sama lain.
Kemudahan akses informasi
Selain interaksi fisik yang mudah, kemudahan akses informasi juga jadi penyebab modernisasi, misalnya penggunaan internet. Internet mampu membuat seseorang memperoleh informasi baru dari luar masyarakat tersebut secara lebih cepat dan banyak.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam kehidupan manusia tentunya mengalami perkembangan pada setiap tahunnya. Manusia dari tahun ketahun semakin berkembang mengikuti arus globalisasi. Manusia pada era klasik sampai era modernitas.
Pengertian modernitas berasal dari perkataan "modern"; dan makna umum dari perkataan modern adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan masa kini. Lawan dari modern adalah kuno, yaitu segala sesuatu yang bersangkutan dengan masa lampau. Jadi modernitas adalah pandangan yang dianut untuk menghadapi masa kini. Selain bersifat pandangan, modernitas juga merupakan sikap hidup. Yaitu sikap hidup yang dianut dalam menghadapi kehidupan masa kini. Kalau kita berbicara tentang masa kini, maka yang dimaksudkan adalah waktu sekarang dan masa depan.
Seperti telah diulas sebelumnya, bahwa modernisasi ini dapat terjadi dan dialami suatu kelompok masyarakat di sebuah Negara, secara bertahap dan merata. Karena arus modernisasi masuk secara bertahap, maka masyarakat akan mudah untuk mengenali ciri-ciri dari modernisasi itu sendiri, karena modernisasi merupakan modal kehidupan.
Penyebab Internal Modernisasi
Modernisasi tidak terjadi begitu saja dalam kehidupan masyarakat, tetapi didukung adanya dorongan atau penyebab modernisasi. Penyebab modernisasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu penyebab internal dan penyebab eksternal. Penyebab internal berasal dari dalam suatu kelompok masyarakat. Umumnya berupa keinginan untuk berubah atau keinginan untuk maju.
Penyebab Eksternal Modernisasi
Penyebab eksternal modernisasi berasal dari luar kelompok masyarakat. Penyebab eksternal terdiri atas dua faktor yaitu :
Adanya keterbukaan interaksi dengan masyarakat lain.
Proses terjadinya interaksi sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya mampu mempermudah modernisasi, khususnya ketika kedua masyarakat dapat saling melengkapi kebutuhan satu sama lain.
Kemudahan akses informasi
Selain interaksi fisik yang mudah, kemudahan akses informasi juga jadi penyebab modernisasi, misalnya penggunaan internet. Internet mampu membuat seseorang memperoleh informasi baru dari luar masyarakat tersebut secara lebih cepat dan banyak.




