Selasa, 04 Desember 2018

 TUGAS AKHIR SEMESTER
METODE DAN STRATEGI KEUMATAN DALAM DAKWAH
Mata Kuliah : Sosiologi dan Antropologi Dakwah
Dosen pengampu : Masudi, S. Fil.I., M.A







Disusun Oleh :
 Risyaf Rizalul Efendi (1740410016)


JURUSAN DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM (A)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KUDUS 2018/2019
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dakwah adalah suatu proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat agar mau memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Hakekat yang paling penting adalah adanya keyakinan atau kepercayaan bahwa Allah hanya satu dan tiada satu pun yang dapat menyamai-Nya, sehinga mau melaksanakan perintah-Nya. Hukum dakwah adalah wajib ain, dalam arti wajib bagi setiap muslim untuk berdakwah sesuai dengan apa ayang ia ketahui. Obyek dakwah dengan uruturutan kepada diri sendiri, keluarga, sanak keluarga dekat atau sanak famili, sebagian kelompok, kepada seluruh umat manusia.Berdakwah perlu menggunakan metode, yaitu cara dakwah yang teratur dan terprogram secara baik agar maksud mengajak melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna. Metode dakwahnya dengan Hikmah, Mawizhah Hasanah, Berdiskusi atau Tukar Fikiran Dengan Cara Yang Baik, menyam-paikan sautu kisah, perumpamaan, tanya jawab, dan keteladanan yang baik.
Dengan kata lain dakwah adalah ilmu yang mempelajari metode cara serta tujuan dakwah termasuk pilar-pilar dan sejarah serta media yang dipakai dalam menyampaikan dan menyebarkan ajaran agama Islam guna untuk mewujudkan tatanan masyarakat Islam yang baik.  tujuan utamanya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat melalui penyebaran dan Pengamalan ajaran agama Islam,  mengetahui hakikat konsep dakwah Islam,  mengetahui ayat ayat atau hadis nabi yang bertemakan dakwah,  Mengetahui berbagai metode dan dakwah dan dalam perkembangannya,   menjalankan kegiatan dakwah dengan memperhatikan metode dan teknik dakwah yang tepat untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
Eksistensi dakwah islam usianya cukup lama dan sebanding tuanya dengan manusia dalam memeluk ajaran agama samawi.  kita sering mendengar cerita Bagaimana pertarungan antara Putra Adam Yani qobil dan Habil.  dalam cerita tersebut ada pertarungan antara kebaikan dan kejahatan yang pada akhirnya dimenangkan oleh kebaikan.  bahkan semakin jelas cerita tentang dakwah Ketika Nabi Nuh mengajak umat dan keluarganya untuk memeluk agama samawi yang di bawahnya.
setelah masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang terakhir ditutup oleh kepemimpinan khalifah Ali bin Abi Tholib selanjutnya pemerintahan Islam dilanjutkan dengan berdirinya Dinasti Umayyah.  sistem pemerintahan demokratis yang dibangun oleh khulafaurrasyidin berubah menjadi sistem pemerintahan monarki atau kerajaan sebagaimana yang diterapkan oleh Bani Umayyah dalam memimpin rakyat.  setelah kepemimpinan khalifah Ali Bin Abi Thalib terjadi perpecahan pada umat Islam yang dahulunya bersifat kekhalifahan menjadi dinasti-dinasti.


RUMUUSAN MASALAH
Bagaimana Strategi Keumatan Dalam Dakwah
Bagaimana Metode Keumatan Dalam Dakwah
ApaPengaruh Keumatan Dalam Dakwah
TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana strategi keumatan dakam dakwah
Untuk mengetahui bagaimana metode keumatan dalam dakwah
Untuk mengetahui pengaruh keumatan dalam dakwah

BAB 1
PEMBAHASAN
Strategi Keumatan Dalam Dakwah
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencpai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya.
Dengan demikian strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut strategi dakwah harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara tekhnik (taktik) harus dilakukan, dalam arti kat bahwa pendekatan (approach) bias berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.
Dengan demikian strategi dakwah, baik secara makro maupun secar mikro mempunyai funsi ganda, yaitu :
a. Menyebarluaskan pesan-pesan dakwah yang bersifat informative, persuasive dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal.
b. Menjembatani "Cultur Gap" akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilaii-nilai dan norma-norma agama maupun budaya.
Bahasan ini sifatnya sederhana saja, meskipun demikian diharapkan dapat menggugah perhatian para ahli dakwah dan para calon pendakwah yang sedang atau akan bergerak dalam kegiatan dakwah secara makro, untuk memperdalaminya.
Jika kita sudah tau dan memahami sifat-sifat mad'u, dan tahu pula efek apa yang kita kehendaki dari mereka, memilih cara mana yang kita ambil untuk berdakwah sangatlah penting, karena ini ada kitannya dengan media yang harus kita gunakan. Cara bagaimana kita menyampaikan pesan dakwah tersebut, kita bias mengambil salah satu dari dua tatanan di bawah ini :
a. Dakwah secara tatap muka atau pace to pace dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku behavior change dari mad'u.  sewaktu menyampaikan memerlukan umpan balik langsung.  kelemahannya madu yang dapat diubah tingkah lakunya relatif sejauh bisa berdialog dengan nya.
b. Dakwah melalui media pada umumnya banyak digunakan untuk dakwah informatif tidak begitu ampuh untuk mengubah tingkah laku.  kelemahannya tidak persuasif dan kelebihannya dapat mencapai Mato dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang sangat singkat.
Pada masa modernitas strategi yang digunakan tentunya berbeda dengan strategi yang digunakan pada zaman dahulu.  dakwah modernitas adalah dakwah yang dilaksanakan dengan memperlihatkan unsur-unsur penting dakwah tersebut,  kemudian subjek atau juru dakwah menyesuaikan materi, metode,   dan media dakwah dengan kondisi masyarakat modern sebagai objek dakwah yang mungkin saja situasi dan kondisi yang terjadi di zaman modern terutama bidang keagamaan,  tidak pernah terjadi pada zaman sebelumnya terutama pada zaman klasik.
dengan demikian berarti dakwah di era modern adalah dakwah yang pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan keadaan masyarakat modern baik dari segi materi, metode,  dan media yang dapat digunakan dalam berdakwah.  sebab mungkin saja materi yang disampaikan itu bagus tetapi media yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat modern,  maka dakwah akan mengalami kegagalan atau tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  begitu pula sebaliknya mungkin saja media atau metode yang digunakan sesuai dengan kondisi masyarakat modern akan tetapi materi yang disampaikan kurang tepat apalagi Bila tampilan kemasanya kurang menarik juga dakwah akan mengalami kegagalan.
Oleh karena itu untuk mencapai tujuan dakwah yang efektif di era modern maka juru dakwah sayogya nya adalah orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam menyampaikan materi atau isi pesan dakwah yang aktual dengan menggunakan metode yang tepat dan relevan dengan kondisi masyarakat modern serta menggunakan media komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya.
Metode Keumatan Dalam Dakwah
Metode Dakwah yaitu cara-cara penyampaian dakwah, baik individu, kelompok, maupun masyarakat luas agar pesan-pesan dakwah tersebut mudah diterima. Metode dakwah hendaklah menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi madu sebagai penerima pesan-pesan dakwah. Sudah selayaknya penerapan metode dakwah mendapat perhatian yang serius dari para penyampai dakwah.
Berbagai pendekatan dakwah baik dakwah bi al-lisan, dakwah bi-al qalam (dakwah melalui tulisan, media cetak), maupun dakwah bi al-hal (dakwah dengan amal nyata, keteladanan) perlu dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan modernitas. Demikian pula penggunaan metode dakwah dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan mujadalah.
Metode dakwah terdiri dari tiga cara sebagai berikut:
dakwah bi Al-Lisan
Maka dakwah bi al-lisan dapat dinyatakan efektif bila mana berikut ini :
berkaitan dengan acara-acara ritual seperti khutbah Jum'at dan hari raya.  dikatakan efektif karena Ia merupakan bagian dari ibadah selagi isi dan sistematikanya menarik serta rentang waktunya ideal.  karena sering terjadi bila audience bosan mendengar karena tidak terpenuhinya salah satu syarat diatas maka akan bubar meninggalkan khatib.  hal ini sering terjadi bila salat jemaah tersebut dilakukan pada tempat yang terbuka.
kajian atau materi yang disampaikan berupaya tuntutan praktis dan disampaikan kepada jamaah yang terbatas baik jumlah maupun luasnya ruangan.  misalnya materi tentang perawatan jenazah,  cara berwudhu,  cara salat yang benar dan sebagainya.
disampaikan dalam konteks sajian terprogram serta sumber kajian.  dikatakan efektif karena bahannya dapat diperoleh dan dipelajari lebih dalam oleh objek dakwah.  dan sistem penyampaian maupun penyerapan materinya oleh audience atau objek dakwah secara bersambung sekaligus menghindari duplikasi materi yang bisa berakibat membosankan audience.
disampaikan dengan sistem dialog dan bukan monologis sehingga audience dapat memahami materi dakwah secara tuntas setidak-tidaknya metode ceramah masih dapat dilakukan efektif manakala diiringi dengan tanya jawab dua arah.  manfaat lain di samping lebih komunikatif juga lebih Semarak dan lebih semangat dan lebih menarik.
dakwah bi al-hal
Dakwah Bi Al hal adalah dakwah dengan perbuatan nyata seperti yang dilakukan Rasulullah terbukti bahwa pertama kali tiba di Madinah yang dilakukan adalah pembangunan Masjid Quba,  mempersatukan kaum Anshar dan Muhajirin dalam ikatan ukhuwah islamiyah dan seterusnya.  dan dakwah Bi Al hal ini ternyata sangat efektif
Akan tetapi sebagian besar umat Islam kurang memperhatikan efektifitas dakwah dengan cara ini,  sehingga mereka lebih sulit berdakwah di Al lisan.  padahal hasilnya tidak maksimal dan sangat lamban. Berbeda dengan dakwah Bi Al hal yang menghasilkan karya nyata yang mampu menjawab hajat hidup manusia misalnya menyantuni anak yatim piatu,  pembayaran SPP anak-anak yang kurang mampu,  memberikan pelayanan kesehatan,  membagi-bagikan sembako,  obat-obatan gratis,  membantu korban bencana alam dan lain sebagainya.
Contoh lain dari metode dalam dakwah bi al-hal adalah metode kelembagaan, yaitu pembentukan dan pelestarian norma dalam wadah oragnisasi sebagai instrumen dakwah. Untuk mengubah perilaku anggota melalui isntitusi. Pendakwah harus melewati proses fungsi- fungsi manajemen yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), dan pengendalian (controlling).[12]
Keunggulannya yaitu : Dai dapat mengetahui langsung apa permasalahan madunya tentang agama, dapat menaungi umat Islam dari kebutaan agama, dan materi dapat mengena langsung, sesuai dengan kebutuhan madu. Kelemahannya yaitu : Masyarakat jarang yang menggunakan lembaga tersebut, memerlukan keterampilan yang lebih, dan mengeluarkan biaya yang besar.

dakwah bi al-qalam
Dakwah Bi Al Qalam yaitu menyampaikan materi dakwah dengan menggunakan metode tulisan.  termasuk dalam jenis ini adalah buku-buku, majalah, surat kabar, risalah, bulletin, brosur dan lain jenisnya.   Dalam metode ini hendaknya disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa yang lancar dan mudah dicerna serta menarik minat publik baik mereka yang awam maupun kaum terpelajar.
Penggunaan nama “Kalam” merujuk kepada firman Allah SWT, “Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya” (Q.S. Al-Qolam:1).
Maka, jadilah Dakwah Bil kalam sebagai konsep “dakwah melalui pena”, yaitu dengan membuat tulisan di media massa. Karena menyangkut tulisan, Dakwah Bil kalam bisa diidentikkan dengan istilah “Dawah Bil Kitabah” (dakwah melalui tulisan).
Metode ini telah diaplikasikan pada zaman Rasulullah. Karena, pada saat itu, tradisi tulis menulis sudah berkembang. Terbukti ketika Rasulullah menerima wahyu, beliau langsung memerintahkan kepada para sahabat yang memiliki kemampuan untuk menulis wahyu yang diterimanya. Padahal saat itu secara teknis sulit untuk melakukan tulis-menulis disebabkan belum tersedianya sarana seperti kertas dan alat tulis pena, disamping budaya yang kurang mendukung.
Keunggulannya yaitu : Materi dapat mengena langsung dan dapat di kenang oleh madu, seandainya lupa bisa di lihat dan di pelajari lagi materi dakwahnya, dan dapat di pelajari dan di hafal. Kelemahannya yaitu : Mengeluarkan biaya besar, tidak semua orang bisa membaca, karena sasaran dakwah tidak hanya pada anak remaja dan dewasa, anak kecil dan orang tua pun menjadi sasaran dakwah, dan tidak sedikit orang yang malas membaca, mereka lebih senang mendengarkan dan melihat.

Pengaruh Keumatan Dalam Dakwah
Keumatan dakwah dapat kita artikan sebagai bentuk-bentuk dari lembaga dakwah di Indonesia.
secara harfiah etimologi kata dakwah mengandung arti antara lain aja kan panggilan seruan permohonan atau 2 pembelaan dan lain sebagainya.  secara konseptual dakwah diarahkan pada usaha perubah sikap beragama dari masyarakat menerima dakwah dan dalam pelaksanaannya dakwah dilakukan dengan jiwa tulus serta ikhlas.  dalam al-qur'an terdapat ayat ayat Alquran yang menggambarkan idealisme dakwah yang bertujuan agar manusia mengikuti jalan lurus yang telah digariskan oleh Allah sehingga mereka selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Berdasarkan surat keputusan Menteri Agama nomor 6 Tahun 1979 tentang susunan organisasi departemen agama lembaga dakwah dimaksudkan semua organisasi Islam baik yang sifatnya lokal local berlevel daerah atau nasional.  secara terperinci dalam keputusan menteri agama tersebut akan dijelaskan bahwa lembaga dakwah meliputi empat kelompok organisasi yaitu.
Badan Dakwah
Dadan dakwah adalah organisasi Islam yang bersifat umum yang memungkinkan melaksanakan berbagai kegiatan seperti masalah pendidikan, ekonomi, keterampilan sosial dan lain-lain.  organisasi ini yang selama ini sering disebut sebagai organisasi Islam adalah beraneka ragam.  dari segi kelahirannya banyak yang sudah berumur cukup tua seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, Nahdlatul Ulama,   tetapi terdapat pula yang cukup mudah seperti majelis Dakwah Islamiyah.

Majlis Talim
Majelis Taklim adalah organisasi penyelenggara pendidikan non-formal di bidang agama Islam untuk orang dewasa.  kelompok yang jumlahnya sangat besar di setiap kota atau Kabupaten.
PengajiaN
Pengajian dengan pengajian dimaksudkan adalah organisasi umat Islam yang mengolah pengajian yakni pendidikan non-formal bidang agama Islam untuk anak-anak. Pengajian biasanya diadakan di rumah-rumah atau di masjid-masjid.
Organisasi kemakmuran masjid dan musholla
Organisasi kemakmuran masjid dan mushola dimaksudkan adalah organisasi yang dibentuk untuk mengelola masjid atau mushola dan melaksanakan berbagai kegiatan di dalam masjid atau mushola seperti berikan perpustakaan,  kesehatan dan koperasi.  diperkirakan bahwa untuk tiap masjid atau mushola akan ada organisasi yang mengelolanya.
Peran lembaga dakwah dalam masyarakat dengan pengorganisasian kegiatan-kegiatan dakwah yang dirinci akan memudahkan pemilihan tenaga-tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut serta sarana atau alat yang dibutuhkan.  pengorganisasian tersebut akan mendatangkan keberuntungan berupa terpadu dunia berbagai kemampuan dan keahlian dari Pada pelaksanaan dakwah dan semuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditentukan.
peran lainnya sebagai lembaga dakwah adalah.
menebar pemikiran dan dakwah.
mengembangkan kemampuan SDM para kader dakwah.
perlembagaan yang profesional dan kompeten pada bidangnya.
menghimpun tokoh dan pakar yang siap memberikan kontribusi dan pemikiran serta pengaruh bagi kepentingan dakwah.
melayani dan melindungi serta memberdayakan masyarakat.
Lembaga dakwah di Indonesia
lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
Lembaga Dakwah Islam Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang resmi dan legal yang mengikuti ketentuan undang-undang nomor 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan serta pelaksanaannya meliputi peraturan pemerintahan PP Nomor 18 pada tahun 1986.  LDII  bertujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban hidup harkat dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara serta turut dalam pembangunan manusia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila yang diridhoi oleh Allah.
Majlis Tafsir AL-Quran
Majelis Tafsir Alquran adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah islamiyah yang berkedudukan di Surakarta.  MT didirikan oleh almarhum Ustad Abdullah Thufail Saputra di Surakarta pada tanggal 19 September 1972 dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali ke Alquran.  sesuai dengan nama dan tujuannya pengkajian Alquran dengan tekanan dan pemahaman serta Penghayatan dan Pengamalan Alquran menjadi kegiatan utama Majelis Tafsir Alquran.  dengan kata lain bahwa yang dilakukan di m.t. bukanlah menafsirkan Alqur'an melainkan mengkaji kitab-kitab tafsir yang ada dalam rangka pemahaman Alquran agar dapat dihayati dan selanjutnya diamalkan.
Nahdhatul Ulama
NU merupakan organisasi Islam sosial keagamaan atau jam'iyah Diniyah Islamiyah yang didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 atau pada tanggal 16 Rajab 1334 H.   dari sisi lain salah satu pemicu berdirinya NU pada tahun 1926 yang dipelopori oleh para ulama tradisional sebenarnya tidak lain adalah akibat konflik epistomologis antara ulama-ulama tradisional yang ingin melestarikan tradisi bermazhab atau model Islam kultural melawan tokoh-tokoh Islam modernis yang cenderung ingin membersihkan Islam dari budaya lokal.
Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan dilingkungan tradisi keraton Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh Ahmad Dahlanyang dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869. Muhammadiyah bermakna pengikut Muhammad atau umat Muhammad.
Keumatan dalam bentuk lembaga-lembaga dakwah Indonesia dapat mempermudah agama Islam dalam penyebar luasannya. Mereka sama-sama menggunakan ideologi ahlussunah waljamaah walaupun memiliki pemikiran yang berbeda. Namun adanya perbedaan tersebut tidak pemperpecahkan negara Indonesia sebagai agama yang satu kesatuan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencpai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya.
Dengan demikian strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut strategi dakwah harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara tekhnik (taktik) harus dilakukan, dalam arti kat bahwa pendekatan (approach) bias berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.
Metode Dakwah yaitu cara-cara penyampaian dakwah, baik individu, kelompok, maupun masyarakat luas agar pesan-pesan dakwah tersebut mudah diterima. Metode dakwah hendaklah menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi madu sebagai penerima pesan-pesan dakwah. Sudah selayaknya penerapan metode dakwah mendapat perhatian yang serius dari para penyampai dakwah.
Berbagai pendekatan dakwah baik dakwah bi al-lisan, dakwah bi-al qalam (dakwah melalui tulisan, media cetak), maupun dakwah bi al-hal (dakwah dengan amal nyata, keteladanan) perlu dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan modernitas. Demikian pula penggunaan metode dakwah dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan mujadalah.
Keumatan dakwah dapat kita artikan sebagai bentuk-bentuk dari lembaga dakwah di Indonesia.
secara harfiah etimologi kata dakwah mengandung arti antara lain aja kan panggilan seruan permohonan atau 2 pembelaan dan lain sebagainya.  secara konseptual dakwah diarahkan pada usaha perubah sikap beragama dari masyarakat menerima dakwah dan dalam pelaksanaannya dakwah dilakukan dengan jiwa tulus serta ikhlas.  dalam al-qur'an terdapat ayat ayat Alquran yang menggambarkan idealisme dakwah yang bertujuan agar manusia mengikuti jalan lurus yang telah digariskan oleh Allah sehingga mereka selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Daftar Pustaka
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (hxxp://smacepiring.wordpress.com/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar